Home Pemda Dogiyai Penyelengaraan Pilkam Serentak Dogiyai Dimata Mich Boma

Penyelengaraan Pilkam Serentak Dogiyai Dimata Mich Boma

suroso  Selasa, 13 Juli 2021 12:10 WIT
 Penyelengaraan Pilkam Serentak Dogiyai Dimata Mich Boma

DOGIYAI - Dogiyai salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang sukses melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Kepala Kampung) serentak di 73 kampung, Rabu 7 Juli 2021 pekan kemarin. 

Kendati perhelatan pesta demokrasi Pilkakam baru dilaksanakan di kabupaten ini, namun gambaran umumnya dapat berjalan dengan baik. Tentu tidak terlepas dari keterlibatan semua pihak baik eksekutif, legislatif serta peran ASN dan para intelektual. 

“Saya lihat semua memberikan pemahaman yang sama kepada masyarakat jelang pentahapan pelaksanaan hingga hari pungut hitung perolehan suara. Pemahaman yang mereka berikan adalah sosialiasi UU Pilkades, esensi dari sebuah demokrasi dan lain-lain,” ungkap salah satu pemerhati demokrasi arus bawa, Michael Boma kepada Papuapos Nabire, Senin (12/07/21) kemarin.

Terlebih dari itu, Mich mengaku kesadaran warga masyarakat setiap kampung dimana berperan aktif menjaga dan mengamankan pelaksanaan pungut hitung suara. Selain itu masyarakat taat terhadap setiap anjuran pemerintah Kabupaten Dogiyai yang sebelumnya disosialisasikan melalui OPD terkait (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung).

“Luar biasa, disini ada dua hal, satu orang satu suara dan batas usia 17 tahun. Masyarakat datang ke tempat pemungutan suara memberikan hak suara mereka dengan cara one man one vote, kemudian warga yang memilih adalah maksimal diatas usia 17 tahun. Masyarakat telah laksanakan itu dengan baik,” akunya.

Padahal menurut Mich, Dogiyai adalah satu dari belasan kabupaten yang berada wilayah pengunungan tengah Papua. Dimana dalam pelaksanaan Pilkada, Pemilu maupun Pilpres kental dengan cara pemilihan noken atau Ikat. Tetapi Dogiyai kali ini di Pilkades serentak justru berbalik. Satu orang satu suara, tidak lagi ikat.

“Karena itu saya katakan tadi bahwa ada kemajuan demokrasi dalam pemberlakukan satu orang satu suara dan batas minimal hak memilih,”ujar Bupati Dogiyai.

Mich akui Bupati Dogiyai dan jajarannya berkomitemen untuk implementasikan UU Pilkades. Selain itu Pemda memberikan keluasaan kepada masyarakat untuk menentukan cara melakanakan pemungutan suara. Disini masyarakat bermusyawara dan bermufakat untuk metode pemberian hak pilih.

“Saat musyawarah menentukan metode pengut suara, hampir setiap kampung sangat menyita waktu karena perbedaan pendapat, tapi penyelengara Pilkades bersama tokoh masyarakat setempat mengambil kesimpulan-kesimpulan dan merumuskan metode pengut suara. Hasil perumusan disampaikan kepada masyarakat dan disepakati bersama, sehingga pada hari H berjalan aman-aman saja,” kata Mich.

Mich merinci, ada beberapa metode yang dijalankan dalam pemungutan suara yakni pertama, membentuk lingkaran sesuai jumlah calon kakam. Kemudian masyarakat dipersilahkan masuk dalam lingkaran tersebut sesuai nomor urut. Lingkaran nomor berapa yang pemilih terbanyak setelah di hitung, calon kakam tersebut yang dinyatakan terpilih.

Kedua, Warga datang antri di TPS mencoblos sesuai nama dan foto yang terterah dalam kertas suara. Ketiga berbaris  ambil kertas suara dan isi masuk dalam kotak suara yang disediakan oleh penyelenggara sesuai nomor urut. Perhitungan perolehan suara sama seperti yang diperlakukan secara nasional.

“Dari tiga metode ini, untuk rekapitulasi perolehan masing-masing calon kepala kampung dilakukan, juga sama dengan yang biasanya diberlakukan secara nasional,” akunya.

Kata Mich, ada hal yang menarik adalah warga masyarakat saling mengawasi adanya mobilisasi masa dari kampung lain sehingga dalam antrian kedapatan waja baru (bukan warga kampung setempat) adanya kekompakan warga untuk menarik keluar dari anterian.

“Iya tidak diberikan kesempatan bagi warga kampung lain datang menentukan pemimpin yang akan menokadai di kampung mereka,” sahut Mich.

Dikatakan Mich, penyelengaraan Pilkakam serentak dapat berjalan karena adanya etiket dan komitmen Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa. Dia (Bupati) sangat hebat dan luar biasa karena kabupaten lain di Papua, khususnya Meepago UU Pilkades disampingkan kooptasi kekuasaan digunakan untuk mengangkat Kakam dengan sebuah Surat Keputusan (SK).

“Cara-cara inikan jelas-jelas menyimpan dari UU Pilkades, Pa Dumupa hebat bisa implementasikan UU Pilkades, yang lain harus belajar dari Dogiyai,”kata Mich tegas.

Menunjuk, memangkat kepala kampung tanpa pemilihan langsung dari masyarakat, menurut Mich merupakan bagian dari mengkebiri hak berdemokrasi.

“Kalau bupati Dogiyai tidak, dia hebat. Garuda di dadanya tidak gunakan untuk kebiri hak berdemokrasi dalam menentukan pemimpin yang paling bungsu di republik ini,” tandasnya.

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat Dogiyai, usai pelantikan Kakam yang baru saja terpilih segera melakukan sebuah acara dengan angenda penobatan Bapak Demokrasi kepada bupati Dogiyai. 

“Sebagai bentuk penghargaan harus dilakukan, karena beliau tidak gampang bisa implementasikan aturan pilkades. Jarang bahkan kebupaten lain aturan ini tidak dijalankan. Mereka main tunjuk-tunjuk saja,”pungkas Mich tegas. (eby)

suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
*) Oleh : Akbar Muram Dani, S.IP.*
suroso  Senin, 7 Februari 2022 0:41
Apa Itu Tinea Imbrikata atau Kaskado ?
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menemui orang-orang atau bahkan diri kita sendiri yang pernah mengeluhkan gatal-gatal terutama di badan. Tetapi dapat juga terjadi pada leher,tangan, kaki ataupun di tempat lainnya. Keluhan gatal tersebut berlangsung lama, berulang, makin gatal bila berkeringat, diobati tapi tak kunjung sembuh hingga sangat mengganggu tidur. Gatal-gatal pada badan sering di sebabkan oleh infeksi jamur. Salah satu penyakit infeksi jamur pada badan yang sering adalah Tinea Imbrikata atau masyarakat di Papua lebih mengenalnya dengan sebutan Kaskado.

Hahae

Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53

Pace satu dia kerja di Pertamina. Satu kali pace dia dapat tindis deengan drem minyak. Dong bawa lari pace ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter, pace pu kaki patah.

Setelah sembuh, pace minta berhenti kerja di Pertamina.

Waktu pace ko jalan-jalan sore di kompleks, pace ketemu kaleng sarden. Dengan emosi pace tendang kaleng itu sambil batariak "Kamu-kamu ini yang nanti besar jadi drem." 

Populer

Menuju sdm Pemilu Yang Tangguh
suroso  Kamis, 17 Maret 2022 22:52
Tatindis Drem Minyak
suroso  Sabtu, 16 April 2022 3:53
PAW Anggota KPU Deiyai, Dilantik
suroso  Selasa, 22 Maret 2022 23:11
Iklan dan berlangganan edisi cetak
Hotline : 0853 2222 9596
Email : papuaposnabire@gmail.com

Berlangganan
KELUHAN WARGA TERHADAP PELAYANAN UMUM
Identitas Diri Warga dan Keluhan Warga

Isi Keluhan